Persepsi Visual dari Logo Komsip Kopi
Kali
ini saya akan membahas mengenai persepsi visual terhadap suatu logo yang
bergerak di bidang minuman yaitu toko kopi Komsip. Tentunya logo merupakan
sebuah bagian penting bagi sebuah brand maka dari itu logo harus dibuat sesuai
dengan target dan juga diharapkan supaya dapat bertahan lama.
Yang ingin
disampaikan dari logo ini yaitu cita rasa dari kopi yang nikmat dan juga
mengajak pembeli untuk membeli kopi ini.
Desain
dari logo ini memiliki target audience yaitu anak remaja hingga dewassa. Dengan
penyesuaian logo dengan target audience tercipnyanya element element atau gaya
dari design logo ini yang terkesan lebih retro dengan elemen-elemen yang simpel
sehingga kesan modern tetap ada untuk menarik perhatian dari audience kalangan remaja
dan dewasa.
Pemilihan
audience dari remaja hingga dewasa dikarenakan produk yang dijual ini kopi susu,
yang dimana biasanya kopi susu diminum atau dinikmati oleh kalangan remaja
hingga dewasa.
Harga dari
kopi ini sendiri juga terjangkau sehingga anak remaja dapat membeli kopi ini
kapanpun.
Proses dari
pembuatan logo ini melalui beberapa tahapan mulai dari riset, brainstorming, membuat
sketsa, hingga hasil akhir berupa logo yang sudah jadi, dengan memberikan
elemen yang dirasa modern tentunya logo ini diharapkan dapat berumur Panjang.
Alasan logo
ini dipilih karena penyesuaian antara brief yang diberikan oleh client yang
menhasilkan logo yang cukup memuaskan.
Selanjutnya disini akan membahas tentang
prinsip-prinsip penting dalam persepsi terhadap manusia.
1. Persepsi berdasarkan
pengalaman
Persepsi yang diharapkan
dari sosial yaitu komsip kopi yang memiliki rasa kopi nikmat dengan aroma yang
khas yang asik diminum Bersama.
2. Persepsi bersifat
selektif
Tentunya dengan banyaknya
brand kopi dan toko-toko kopi sekarang ini membuat Masyarakat lebih selektif
dalam memilih kopi, salah satunya bisa dari first imperson manusia kepada logo,
logo komsip ini memiliki kesan clean atau bersih dan juga terlihat modern fancy
yang dimana biasanya toko kopi kebanyakan menggunakan logotype sebagai logonya.
Hal ini membuat Masyarakat merasa toko kopi ini merupakan toko kopi yang layak
dikunjungi.
3. Persepsi bersifat
dugaan
Tentunya dengan logo yang
menonjolkan kenikmatan dari kopi serta aromanya membuat Masyarakat menduga duga
bahwa kopi ini harus dinikmati setidaknya sekali dalam seumur hidup.
4.Persepsi bersifat evaluasi
Tentunya seiring
berjalannya waktu logo ini akan menjadi perbincangan yang membuat logo ini harus
dievaluasi lagi sehingga tetap mengikuti perkembangan dan tetap terlihat modern
5. Persepsi bersifat kontekstual
Rasa dan aroma serta
kenikmatan diminum Bersama menjadi sebuah keunggulan yang ditoljolkan kepada Masyarakat
sehingga Masyarakat memutuskan untuk menikmati kopi ini terus, dan juga logo
yang menarik dapat membuat Masyarakat melakukan promosi secara gratis dengan
mempostingnya ke media sosial.
Komentar
Posting Komentar